Tuesday, September 1, 2009

Allah menyatakan didalam al Quran orang-orang yang mendustai al Quran sebagai ilmu :

Allah menyatakan didalam al Quran orang-orang yang mendustai al Quran sebagai ilmu :

11:14 Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Robb selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

29:49 Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam kesadaran (fi sudur) orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

Pendusta al Quran mengatakan bahwa al Quran jangan diterima oleh akal (rasio), tetapi terimalah dengan keimanan (dalil nakli). Mereka menjadikan al Quran itu tidak memiliki arti hudan (petunjuk), mereka menganggap al Quran itu tidak bisa dicerna dengan akal dan rasio padahal Allahlah yang mengatakan al Quran itu terperinci dan sangat bisa diterima akal.

11:1 Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

11:2 agar kamu tidak mengabdi selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,

14:52 (Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

Mereka masih mencari-cari tafsir dan ta’wil dari hadist-hadist, mereka tidak mencerna lagi apakah hadist itu relevant atau tidak selaras dengan maksud dan tujuan Allah menurunkan al Quran kepada manusia. Mereka sangat kacau memahami mana ayat mutasyabihat dan ayat muhkamat, mereka terjebak pada ayat mutasyabihat yang dimuhkamkan seperti menghidupkan orang mati diartikan benar-benar orang mati yang bisa dihidupkan padahal ‘mati’ didalam al Quran lebih banyak diartikan ‘mati qolbunya’, mempunyai mata tetapi tidak melihat, mempunyai telinga tetapi tidak mendengar, mempunyai akal tetapi tidak berfikir.

Pendusta Al Quran menganggap al Quran itu adalah bukan ilmu, mereka menggunakan sebagai bacaan yang indah, untuk diwirid-wirid supaya mereka bisa ma’rifat (dekat) kepada Allah, supaya Allah menjadi justru budak mereka untuk memenuhi kebutuhan nafs mereka.

Pendusta al Quran adalah menyangkal bahwa Allah itu tidak pernah lagi menurunkan ilmu (wahyu) kepada manusia; al Quran itu hanya untuk nabi-nabi dan hanya sekedar untuk memberikan peringatan dan khabar gembira, bukan ilmu yang bisa diaplikasikan setiap jaman.

Pendusta al Quran tidak faham bahwa Al Quran adalah ilmu dan sangat erat berhubungan dengan optimalisasi pendengaran, penglihatan dan akal fikir. Mereka mengimani kitab sebagai bagian dari rukun iman, sekedar ‘percaya adanya’ tetapi tidak memahami sebagai instruksi Allah untuk memfitrahkan kehidupan manusia dan mencapai prinsip keseimbangan alam. Mereka menampik al Quran sebagai alat untuk mengiqro, dan mereka menampik al Quran sebagai Kitab yaitu sebagai ketentuan hukum yang harus dijalankan manusia.

Pendusta al Quran tidak meyakini bahwa Al Quran adalah ajaran yang nature, yang inherent dengan rasio, mereka melolak memahami al Quran dengan rasio, padahal puluhan ayat A,l Quran yang menyatakan al Quran ini hanya untuk orang-orang yang berakal agar dengannya manusia bisa membaca, menganalisa, berfikir dan mensyukuri ni’mat-ni’mat Allah dengan cara memperjuangkannya agar sekalian manusia hidup dibawah bimbingan ajaran Ilahi.

Pendusta al Quran tidak mau menggali apa makna Allah menurunkan ayat-ayat alam. Mereka tidak mau mengambil pelajaran kenapa Allah menceriterakan alam seperti hujan, pohon, lebah, semut, sapi, kebun, gunung, bumi, langit dsb. Mereka menafikkan ilmu yang terkandung dari alam untuk kehidupan manusia, padahal alam adalah contoh kehidupan yang tunduk patuh (islam) dan berkeseimbangan (mizan) dan rahmatan lil’alamin.
Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment