Tuesday, September 1, 2009

Menyambut Ramadhan(3): Sambutlah dengan Kegembiraan

Menyambut Ramadhan(3): Sambutlah dengan Kegembiraan

Sebentar lagi tamu kita yang mulia bulan Ramadhan akan segera tiba.
Kita
semua sibuk ýmempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah
tersebut. Mempersiapkan diri ýmenyambut Ramadhan dengan baik-baik
adalah
amalan yang sangat mulia. Para ulama ýsholeh terdahulu senantiasa
mengkonsentrasikan diri menyambut Ramadhan dengan ýpenuh keseriusan.
Rasulullah s.a.w. pernah berpesan kepada umatnya :"Akan segera ýdatang
kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah s.w.t.
ýbersama kalian pada bulan itu, maka diturunkanlah rahmat, diampuni
dosa-dosa dan ýdikabulkan do'a dan permintaan. Allah melihat kalian
berlomba-lomba dalam kebaikan, ýlalu diikutkan bersama kalian
malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah ýkebaikan diri
kalian,
sesungguhnya orang yang rugi adalah mereka yang tidak ýmendapatkan
rahmat
Allah". Dalam al-Quran juga ditegaskan : "Demikianlah (perintah
ýAllah).
Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu
dari ýketakwaan hati. ý

Berikut ini adalah sebagian sikap-sikap terpuji yang dilakukan para
ulama
sholeh ýterdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan:ý
ý
1. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan.ý

Mereka selalu berharap datangnya Ramadhan dan ingin segera menyambutnya
dengan ýkegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan
bahwa orang-orang ýsalaf terdahulu selalu mengucapkan doa:"Ya Allah
sampaikanlah aku dengan selamat ke ýRamadhan, selamatkan Ramadhan
untukku
dan selamatkan aku hingga selesai ýRamadhan". Sampai kepada Ramadhan
adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, ýkarena pada bulan itu
mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak ýterkira.ý
ý
2. Dengan pengetahuan yang dalam.ý

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan
oleh setiap ýmuslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang
harus dipenuhi agar sah dan ýsempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat
suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya ýdan wajib mempelajarinya.
Ilmu
tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan ýfikih puasa
merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, minimal tentang
hal-ýhal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.ý
ý
3. Dengan do'aý

Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah,
juga ýmerupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk
perbuatan
jahat, tantangan ýuntuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadar dan
tantangan-tantangan lainnya. ýKeterbatasan manusia mengharuskannya
untuk
selalu berdo’a agar optimis melalui bulan ýRamadhan.ý
ý
4. Dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadhan

Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning. Orang-orang soleh
terdahulu selalu ýmerencanakan pengisian bulan Ramadhan dengan cermat
dan
optimis. Berapa kali dia ýakanmengkhatamkan membaca al-Quran, berapa
kali
sholat malam, berapa akan ýbersedekah dan membari makan orang berpuasa,
berapa kali kita menghadiri pengajian ýdan membaca buku agama. Itulah
planning yang benar mengisi Ramadhan, bukan hanya ýsekedar memplaning
menu
makan dan pakaian kita untuk Ramadhan. Begitu juga selama ýRamadhan
kita
bertekad untuk bisa meraih taubatun-nasuuha, tobat yang meluruskan.
ýWallahu a'lam

Disusun oleh M. Niam

No comments:

Post a Comment