Friday, August 7, 2009

WHO AM I

Who am I

Pernah ngga sih terbersit dalam hati kita pertanyan, untuk pengen tau, siapakah sebenernya diri qta, darimana qta, dan skarang qta musti ngapain?.Em..m... Pertanyaannya sih simpel, cuman jawabannya itu yang mesti mikir tujuh keliling (hehehehe, hiperbola banget gitu lho !!!)
Eh tau ngga, ada dalam suatu hadits dikatakan bahwa “... berbahagialah orang yang mengetahui dari mana dirinya dan mau kemana”. Skarang aja, kadang hidup tuh, hanya sebatas ngelaksain rutinintas, bangun, mandi, makan, pergi kekampus, belajar, maen, nonton, mandi, makan, blajar, trus tidur lagi. Teruussss aja stiap hari tuh kaya gitu. Kadang kan, malah jadi BT. Jadi sebenernya, Alloh nyiptain qta kedunia tuh buat apa sich???, cuman buat sebatas numpang lewat doank or.....????????
Wah, brarti kalo gitu mah!, qta mesti tau gimana awal mulanya qta, dari mana qta, dan buat apa sebenernya Alloh nyiptain qta. Hm..m.., ok! dah siap nyimak belom??????, saatnya buat konsentrasi. R U ready???????

Ada di QS 7:172 (
" Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : "Bukankah Aku Tuhanmu?". Mereka menjawab: "Benar. Kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : "Sesungguhnya kamiadalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)."), sebelum qta dilahirkan ke dunia, qta pernah mengadakan satu perjanjian ma Alloh. perjanjian yang mana?, udah lupa tuh!!!. Iya, da pasti lupa, soalnya di QS 16:78 (”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”) dikatakan bahwa “kamu dilahirkan dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun....”. jadi emang sengaja dilupain, bukan gara2 minum panadol, kan? (hihihi, garing banget). Nah dulu, konon ketika di alam ruh qta pernah mengadakan satu perjanjian ma Alloh, qta mengakui bahwa Alloh lah sebagai satu2nya Robb, satu-satunya pencipta, pemberi rizki, pengajar, dan pengatur. Jadi semua ruh manusia, ketika itu mengakui bahwa Alloh lah sebagai Tuhannya, yang harus di ibadahi. Nah kan, kalo ketika di alam ruh, semua ruh manusia itu mengakui akan kerububiahan (kepengaturan) Alloh. sehingga smua nya siap menjadikan Alloh sebagai satu2nya Tuhan yang harus di ibadahi. Wajar ketika itu, smuanya siap menjadikan Alloh sebagai Robb mereka, karena ketika itu manusia baru dikasih ruh aja. Tapi pas ketika di turunkan ke dunia. Setelah Alloh ngasih jasad dan hawanafsu. Maka apakah manusia, masih siap menjadikan Alloh sebagai Robbnya (pengatur)???. Nah di sini nih ujiannya, apakah qta masih komitmen dengan perjanjian qta ketika di alam ruh, ato malah mengingkarinya. Seolah-olah hidup itu boleh sekehendak pribadi, tidak mau terikat dengan aturan Alloh alias semau gue. padahal di QS 75:36 (“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?”), disana dikatakan bahwa “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?”. Nah lho, inget man, ada pertanggung jawaban!!!. Wah kalo gitu mah, ngga bisa hidup semau gue donk????. Yup!!!, bener banget. Jadi kalo gitu mah, biar hidup qta bisa selamat, so qta harus komitmen dengan perjanjian dialam ruh, alias harus hidup sesuai dengan fitrah yang telah Alloh gariskan?????. Yup!!! 100, pinterrrrrrr!!!!!.

Makanya ada dalam suatu hadits di katakan bahwa “Setiap bayi yang lahir, dalam keadaan fitrah, dan orang tuanyalah yang menjadikan mereka nasrani, majusi, dan yahudi”. Fitrah itu artinya kecenderungan. Contohnya tuh kalo kaya pinsil, fitrahnya pinsil itu buat menggambar ato nulis, fitrahnya kursi itu untuk tempat duduk, fitrahnya piring itu, buat tempat makan, dll. Brarti kalo gitu, fitrahnya manusia itu apa???. Fitrahnya manusia itu harus siap menjadikan Alloh sebagai Robb. Alias brarti ketika di dunia, manusia itu punya fittrah untuk siap diatur oleh Alloh, dalam segala hal. Ingett ya!!!!, sebagai manusia itu harus siap di atur ma Alloh. Nah itu wujud komitmen qta ma perjanjian qta di alam ruh. Kan kalo di alam ruh itu baru sebatas perjanjian, pelaksanaannya kapan?. Nah skarang man, di dunia !!!.

Trus apa yang harus qta lakuin skarang di dunia, kan harus jelas. Toh orang yang kerja aja, jelas banget kan job desk nya itu apa. Jadi pas waktu dia kerja, dia tau apa yang harus dikerjainnya, ngga cuman bengong or melongo aja. Ato seorang pelajar or mahasiswa aja kan, pasti tau apa tugasnya. Yang pasti kalo pengen dapet nilai gede mah, wajib bwat belajar n’ rajin ngerjain tugas. Nah, kalo tugas qta di dunia, mesti ngapain???

Kira2 buat apa Alloh nyiptain qta???. Kalo di QS 51:56
("Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku"), disana dikatakan bahwa tujuan Alloh menciptakan manusia itu, cuman buat ibadah doank. jadi tugas manusia itu, cuman memberian ketaatan, ketundukan dan kepatuhan, hanya kepada Alloh, bukan kepada sang pujaan hati alias sang gebetan (ehem..!!!), kepada hawa nafsu, dll. Jadi sehari 24 jam tuh, harus dalam rangka mengabdi ma Alloh. Tapi, bukan berarti harus jadi kuncennya mesjid man!!!. Pokoknnya, semua aktifitas yang qta lakukan tuh harus dalam rangka ibadah kepada Alloh.

Kalo gitu, gimana caranya, biar semua aktifitas yang qta lakuin tuh, dalam rangka ibadah???. Nah, sgala sesuatu yang kita lakuin bisa bernilai ibadah, asal mabda, manhaj, dan ghoyahnya betul. Euleuh !!!!, bahasa dari planet mana tuh, kaga ngarti man!!!. hehehe... tenang2, ntar juga di jelasin, mabda, manhaj dan ghoyah itu artinya apa. Sengaja, buat nambah vocab baru. Biar nambah wawasan tau, hehehe....

Mabda itu artinya niat ato landasan awal. Nah ketika qta sholat, landasannya apa, sampe mo sholat. Apa hanya sebatas rutinitas, lagi banyak masalah, ato kebetulan ada gebetan, jadi biar keliatan alim, or ....????. Mudah2an sih niatnya ngga gitu, yang ngga???. Nah kalo mau bernilai ibadah mah, brarti niatannya juga harus murni karena Alloh. coba deh buka di QS 98:5 (“
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”.), disana dikatakan bahwa Alloh, tidak menyuruh manusia, kecuali hanya untuk beribadah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (Tauhid). So, apapun yang qta lakukan, biar bisa bernilai ibadah, brarti harus jelas ada perintahnya di Al-Quran. Dan jelas, pas waktu qta ngelaksanainnya juga, semata2 karena wujud ketaatan, ketundukan dan kepatuhan qta ma Alloh.
Yang kedua, Manhaj. Manhaj itu artinya cara. Sesuatu perbuatan qta akan bernilai ibadah, manakala caranya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW. Karena setiap perbuatan, yang tidak mencontoh dari Rosululloh, akan tertolak. Nah lho !!!. kalo di QS 33:21
("Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (keda-tangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."), “Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh suri tauladan yang baik bagimu”. Suri tauladan bagi siapa???. “ bagi orang yang mengharap rahmat dari Alloh, dan kedatangan hari kiamat”. Jadi amal perbuatan apapun akan bernilai ibadah, manakala perbuatan itu dicontohin ma Rosululloh.
Yang ke tiga, ghoyah. Ghoyah itu artinya tujuan. Setiap perbuatan bakalan bernilai ibadah, manakala tujuannya hanya untuk mencari ridho Alloh. Bukan ridho sang pujaan hati, calon mertua, or siapapun. Kalo tujuan qta melakukan sesuatu, bukan untuk Alloh, maka jangan pernah berharap ntar Alloh bakalan ngasih pahala-Nya. Kalo kata Sheila on7 mah, berhenti berharap, gitu!!!. kan ngga mungkin banget orang yang mengabdi ke perusahaan B, tapi minta gaji ke perusahaan A. Nah tttrus coba buka di QS 2:207
("Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya, karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya"), disana dikatakan bahwa ”dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinnya untuk mencari keridhoan Alloh...”. jadi, bukti kalo qta pengen dapet ridho Alloh tuh, wajib buat berkorban. Toh orang yang pacaran aja, pasti bakalan ada pengorbanannya. Pengorbanan buat apa???, iya, sebagai bukti bahwa dia emang mencintai pacarnya. Sampe2 ada ungkapan “Apa sih yang ngga buat kamu ???”. Ato kalo sang Romeo mah siap minum racun, katanya mah biar sehidup semati (iya, Romeo mati, julietnya hidup. Wah ka de el nih !!! kecian de lo). Tuh kan orang yang pacarannnya aja, pengorbanannya tuh, sampe segitunya banget. Brarti apalagi kalo orang yang pengen dapet ridho Alloh mah, harus lebih pengorabanannya. Tapi aneh, biasanya kalo buat jalan kebenaran mah, berkorban tuh susah. Napa nya???. Hm..m..., butuh introspeksi nih !!!.

Nah, jadi jelas kan sekarang, apa yang mesti qta lakuin di dunia. Cuman ibadah aja kan!!!. Apakah belajar qta bernilai ibadah???. Tinggal liat aja tadi persyaratannnya, betul ngga mabda (niat), manhaj (cara), ‘n ghoyah (tujuan)nya???. Kalo niatnya karena belajar itu adalah perintah dari Alloh, caranya juga sesuai ma Rosul, alias ngga nyontek kalo lagi ujian, kmudian tujuannya cuman buat nyari ridho Alloh, bukan hanya sebatas nyari nilai or status di masyarakat. Nah, kalo gitu mah, Insya Alloh belajarnya juga, bakalan bernilai ibadah. Coba skarang, kalo ngeceng, apakah itu bisa bernilai ibadah???. Tetep caranyanya tadi liat, dikatakan ibadah, manakala mabda, manhaj dan ghoyahnya bener. Betul gitu ngeceng itu diperintahkan oleh Alloh?. pernah gitu Rosululloh mencontohkan ngeceng?. Dan betulkah tujuan ngeceng itu untuk mencari ridho Alloh???. nah bisa di jawab sendiri kan, jadi kalo aktifitas ngeceng itu bernilai ibadah ngga ato ngga???. (hehehe....., nyindir nih!!!!)

Brarti, agar setiap aktifitas yang qta lakukan, bisa bernilai ibadah. Tinggal tanya aja mabda, manhaj, dan ghoyahnya bener ngga???. Gampang kan??. Iya teorinya mah gampang, tapi realisasinya itu yang susah. Sebetulnya Insya Alloh, kalo kita nya emang pengen bener di hadapan Alloh (ingat ya, bener di hadapan Alloh, bukan dihadapan manusia!!!). Alloh itu ngga ngeliat hasilnya, tapi yang Alloh liat itu proses. Jadi slama ada kemauan, insya Alloh akan Alloh mudahkan. Karena Alloh tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubah diri mereka sendiri [QS 13:11 (
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.)]. Ayo smangat fren !!!!

Ok, jadi kesimpulannya bahwa tujuan Alloh menciptakan manusia itu, cuman buat beribadah. So, seseorang dikatakan manusia, manakala dia melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang hamba. Kaya gini aja, tau HP kan???. Nah, knapa itu tuh disebut hape, padahal di pasar juga banyak yang jualan, yang bentuknya mirip hape, tapi kok ngga dibilang hape???. Iya soalnya dibilang hape tuh, karena bisa di pake buat nelpon or sms-an. Nah, kalo yang di jual di emperan2 kan, ngga bisa di pake buat nelpon, apalagi buat sms-an. jadi, kalo gitu, di sebut hape tuh, manakala sesuai ma fungsinya, skalipun bentuknya sama, tapi kalo ngga berfungsi sebagai hape mah, tetep aja namanya bukan hape. Nah, kalo gitu mah seseorang itu dikatakan manusia, manakala sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai hamba, yaitu untuk beribadah.

Skarang, coba tanya ma diri kita masing2 “Who am I???”, apakah seorang manusia sejati, yang hidupnya sesuai dengan kehendak sang penciptanya, ato masih sebatas manusia jadi-jadian, yang hidup sekehendak diri pribadi ato ngga sesuai dengan tugas dan fungsi yang Alloh amanahkan kepada diri qta.

Wallohu ‘alam bishowab.


No comments:

Post a Comment