Friday, August 7, 2009

MENYAMBUT RAMADHAN

Menyambut Ramadhan(3): Sambutlah dengan Kegembiraan

Sebentar lagi tamu kita yang mulia bulan Ramadhan akan segera tiba.

Kita

semua sibuk ýmempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah

tersebut. Mempersiapkan diri ýmenyambut Ramadhan dengan baik-baik

adalah

amalan yang sangat mulia. Para ulama ýsholeh terdahulu senantiasa

mengkonsentrasikan diri menyambut Ramadhan dengan ýpenuh keseriusan.

Rasulullah s.a.w. pernah berpesan kepada umatnya :"Akan segera ýdatang

kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah s.w.t.

ýbersama kalian pada bulan itu, maka diturunkanlah rahmat, diampuni

dosa-dosa dan ýdikabulkan do'a dan permintaan. Allah melihat kalian

berlomba-lomba dalam kebaikan, ýlalu diikutkan bersama kalian

malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah ýkebaikan diri

kalian,

sesungguhnya orang yang rugi adalah mereka yang tidak ýmendapatkan

rahmat

Allah". Dalam al-Quran juga ditegaskan : "Demikianlah (perintah

ýAllah).

Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu

dari ýketakwaan hati. ý

Berikut ini adalah sebagian sikap-sikap terpuji yang dilakukan para

ulama

sholeh ýterdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan:ý

ý

1. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan.ý

Mereka selalu berharap datangnya Ramadhan dan ingin segera menyambutnya

dengan ýkegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan

bahwa orang-orang ýsalaf terdahulu selalu mengucapkan doa:"Ya Allah

sampaikanlah aku dengan selamat ke ýRamadhan, selamatkan Ramadhan

untukku

dan selamatkan aku hingga selesai ýRamadhan". Sampai kepada Ramadhan

adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, ýkarena pada bulan itu

mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak ýterkira.ý

ý

2. Dengan pengetahuan yang dalam.ý

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan

oleh setiap ýmuslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang

harus dipenuhi agar sah dan ýsempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat

suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya ýdan wajib mempelajarinya.

Ilmu

tentang ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan ýfikih puasa

merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, minimal tentang

hal-ýhal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.ý

ý

3. Dengan do'aý

Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah,

juga ýmerupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk

perbuatan

jahat, tantangan ýuntuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadar dan

tantangan-tantangan lainnya. ýKeterbatasan manusia mengharuskannya

untuk

selalu berdo’a agar optimis melalui bulan ýRamadhan.ý

ý

4. Dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadhan

Niat dan azam adalah bahasa lain dari planning. Orang-orang soleh

terdahulu selalu ýmerencanakan pengisian bulan Ramadhan dengan cermat

dan

optimis. Berapa kali dia ýakanmengkhatamkan membaca al-Quran, berapa

kali

sholat malam, berapa akan ýbersedekah dan membari makan orang berpuasa,

berapa kali kita menghadiri pengajian ýdan membaca buku agama. Itulah

planning yang benar mengisi Ramadhan, bukan hanya ýsekedar memplaning

menu

makan dan pakaian kita untuk Ramadhan. Begitu juga selama ýRamadhan

kita

bertekad untuk bisa meraih taubatun-nasuuha, tobat yang meluruskan.

ýWallahu a'lam

No comments:

Post a Comment