Tuesday, September 1, 2009

Dari Musnad Imam Ahmad dan Shahih Abu Hatim

Dari Musnad Imam Ahmad dan Shahih Abu Hatim dikatakan Nabi Muhammad bersabda: "Jika mayat telah diletakkan dalam kuburnya, maka ia akan mendengar bunyi terompah mereka ketika mereka berpaling hendak pulang. Jika ia seorang Mukmin, maka sholat akan berada dekat kepalanya, puasa di sebelah kanannya, zakat di sebelah kirinya, sedang perbuatan-perbuatan kebajikan berupa sedekah, hubungan sillaturahim, jasa kepada sesama dan sebagainya akan berada dekat kakinya.
Lalu ia didatangi dari arah kepala, maka menyahutlah sholatnya bahwa tak ada di sana tempat masuk. Kemudian dari sebelah kanan, maka menyahutlah pula puasa, bahwa tak ada di sana celah-celah untuk dimasuki. Lalu dari sebelah kiri, maka berkatalah pula zakat, "Tak ada di sini pintu masuk". Setelah itu dari arah kedua kakinya, maka kebajikan-kebajikannya berupa sedekah, hubungan silaturahim dan jasa-jasa terhadap sesama itu akan mengatakan pula bahwa tak ada tempat masuk dari arahnya.
Kemudian ia dititahkan duduk, maka iapun duduklah.Dan mataharipun dirupakan berada dalam pemandangannya. Lalu ditanyakan kepadanya: "Apa katamu tentang orang yang berada dalam kalanganmu ini? Dan bagaimana pengakuanmu terhadapnya?" Ujarnya, "Biarkanlah saya sholat lebih dulu!" Kata Malaikat-malaikat itu. "Kau juga nanti bisa sholat! Jawablah lebih dulu pertanyaan kami, ceritakan bagaimana pendapatmu tentang orang ini, dan bagaimana pengakuanmu terhadapnya?"
Maka ujarnya,"Ia adalah Muhammad. Saya mengakui bahwa ia Rasul Allah yang datang membawa kebenaran dari Allah." Maka kata Malaikat padanya, "Memang, atas itulah kamu dihidupkan, dan atas itu pulalah kamu diwafatkan, dan insyaAllah atas itu pula kamu akan dibangkitkan nanti!"
Kemudian dibukakan untuknya pintu syurga dan disampaikan, "Disinilah kedudukanmu nanti berikut kesenangan-kesenangan yang disediakan Allah".
Melihat itu, iapun tambah gembira dan kian merasa bahagia, dan kuburnya diperluas tujuh puluh hasta, diberi penerangan nur cahaya. Jasadnya dikembalikan kepda semula kejadiannya, sedang rohnya ditaruh pada angin harum semerbak, berupa seekor burung yang bertengger di kayu surga."
Ulasnya lagi, "Itulah dia yang difirmankan Allah ta'ala:"Allah akan meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kokoh pada kehidupan dunia maupun akhirat."
Dan terhadap orang yang kafir disebutkannya kebalikan dari itu, sampai sabdanya:"Kemudian digencetlah ia dalam kuburnya, hingga tulang-tulang rusuknya menjadi remuk. Itulah dia kehidupan sengsara yang difirmankan Allah Ta'ala: "Maka ia akan mengalami kehidupan sengsara, dan akan Kami kumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan buta!"

No comments:

Post a Comment