Monday, August 17, 2009

Idul Fitri hari Kebahagiaan dan Kemenangan

Idul Fitri hari Kebahagiaan dan Kemenangan

Ied-ud-Fithr terdiri dari dua kata, yaitu ied yang artinya hari raya,
dari
asal kata 'ayada yg ýartinya kembali. Dikatakan ied karena pada hari
itu
Allah s.w.t mengembalikan ýkegembiraan dan rasa suka cita kepada
hambaNya.
Ada yang mengatakan disebut ied ýkarena pada hari itu kembalinya
kebaikan-kebaikan dari Allah kepada hamba, pda hari itu ýseorang hamba
kembali dalam keadaan suci karena telah bertaubat kepada Allah dan
telah
ýmeminta maaf kepada sesamanya. ý

Kata kedua fithr yang artinya fitrah, kesucian dan kebersihan jiwa. Ini
karena pada hari ýitu seorang hamba merayakan kebersihannya dari
noda-noda
dosa karena beribadah dan ýbartubat secara intensif selama sebulan
penuh.
Maka ada yang menyebut hari idul fitri ýsebagai hari kemenangan karena
kita berhasil mengalahkan hawa nafsu kita selama ýsebulan penuh. ý
Tidak hanya itu, hari Idul Fitri juga menandai hari-hari besejarah.
Wahab
bin Manbah ýmeriwayatkan: "Allah menciptakan sorga pada hari Ideul
Fitri,
menanam pohon ýkeuntungan (thuuba) pda hari itu dan Allah memilih
Jibril
sebagai pembawa wahyu juga ýpada hari itu juga". ý

Idul Fitri dalam al-Qur'an

Allah s.w.t. berfirmanþ þdalam surah al-A'la (14-15)ý
ÞÏ ÃÝáÍ ãä ÊÒßì * æÐßÑ ÇÓã ÑÈå ÝÕáì *þ

ý"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan
beriman),
dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. "ý

Qatadah dan Ata' mengatakan yang dimaksud dengan membersihkan diri
dalam
ayat ini ýadalah mengeluarkan zakat fitrah. Abu Said al-Khudri berkata:
yang dimaksud dengan ýý"ingat nama Tuhannya" adalah dengan
mengumandangkan
takbir pada hari Idul Fitri dan ýbersembahyang maksudnya sholat Ied". ý

Fadlilah Idul Fitri

Banyak fadlilah dan keutamaan yang diturunkan Allah s.w.t. pada hari
idul
fitri. Dari ýAnas bin Malik Rasulullah s.a.w. bersabda " Pada malam
Idul
Fitri Allah membayarkan ýpahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan,
lalu
Allah memerintahkan kepada ýmalaikat-malaikatNya di pagi hari itu agar
turun ke bumi, mereka berdiri di ujung-ujung ýjalan dan pintu-pintu
masuk
perkampungan seraya menyerukan kepada mahluk di bumi ýini dengan suara
lantang yang didengarkan oleh semua mahluk bumi kecuali manusia dan
ýjin :
wahai umat Muhammad kelaurlah kepada Tuhanmu Yang Maha Besar, Menerima
ýhal kecil, Membalas dengan kebesaran, Memaafkan dosa besar. Ketika
mereka
mulai ýberduyun-duyun ke masjid-masjid dan mendirikan sholat dan
berdoa,
maka Allah tidak ýmendengar permintaan mereka kecuali mengabulkan
hajatnya, memberi permintaannya ýdan mengampui dosa-dosanya. Lalu
mereka
keluar dari masjid dalam keadaan diampuni ýoleh Allah". ý

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa malam Idul Fitri disebut malam pemberian
hadiah, pada ýmalam itu Allah berseru kepada malaikatnya: "Aku bersaksi
wahai malaikatku bahwa ýAku telah memberikan pahala puasa
hamba-hambaKu,
pahala sholat-sholat mereka. Aku ýlimpahkan kepada mereka ridal dan
ampunanKu. Kemudian Allah berfirman "Wahai ýhamba-hambaku, demi
keagungan
dan kemuliayaanKu, apapun yang kalian minta untuk ýhari akhirmu pasti
akan
Kukabulkan, apapun yang kalian minta untuk dunia kalian pasti ýakan
Kuikutkan, Aku akan tutupi kekuranganmu sejauh engkau mengingatKu,
keluarlah ýdengan ampunan dan ridlaKu". ý

Sebelum Idul Fitri Tiba

Sebelum Idul Fitri datang ada baiknya kita persiapkan hal-hal yang
selayaknya kita ýpersiapkan untuk hari mulia itu. Kita perhatikan
persiapan-persiapan itu mulai dari yang ýwajib lalu yang sunnah.
Pertama
yang harus kita kerjakan menjelang hari Iedul Fitri ýadalah membayar
Zakat
Fitrah. Zakat Fitrah waktunya adalah mulai mata hari terbenam ýmalam
Ied
hingga mulai didirikan sholat Ied. Dalam hadist riwayat Ibnu Umar,
ýRasulullah s.a.w. memerintahkan agar mengeluarkan zakat fitrah sebelum
masyarakat ýkeluar untuk menjalankan sholat Ied" (H.R. Jamaah). Hadist
Ibnu Abbas menegaskan ýbahwa "Barangsiapa mengeluarkan Zakat Fitrah
sebelum sholat Ied maka itu merupakan ýZakat Fitrah yang diterima dan
barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat Ied maka itu ýseperti
sedekah
biasa" (H.R. Abud Dawud).ý

Amalan-amalan lain yang disunnahkan menjelang Idul Fitri adalah sbb:ý

ý1. ý Menghidupkan malam Idul Fitri dengan memperbanyak beribadah
kepada
Allah, ýbaik itu dzikir, sholat atau membaca al-Qur'an. Melantunkan
kalimat takbir juga ýmerupakan ibadah yang dianjurkan pada malam Idul
Fitri. Dalam sebuah hadist ýriwayat Udah bin Shamit Rasulullah bersabda
:"Barang siapa menghidupkan ýmalam Ied dengan beribadah kepada Allah,
niscaya hatinya tidak akan mati di hari ýdimana hati-hati manusia telah
mait" (H.R. Thabrani). ý
ý2.ý Mandi, memakai wangi-wangian, memakai pakaian yang terbaik,
memendekkan ýkuku yang panjang dan menghilangkan bau badan. ý
ý3.ý Bagi makmum disunnahkan agar datang ke masjid atau tempat sholat
Ied
dengan ýberjalan kaki dan berangkat pagi-pagi setelah sholat Subuh.
Sedangkan bagi imam ýdisunnahkan mengakhirkan kedatangannya ke masjid
hingga menjelang sholat.ý
ý4.ý Disunnahkan sarapan pagi dengan bilangan kurma ganjil sebelum
berangkat ke ýmasjid untuk sholat Ied. (H.R. Bukhari)ý
ý5.ý Menunjukkan rasa gembira dan bahagia kepada semua orang yang
ditemui
serta ýbersikap dermawan lebih dari hari-hari biasa.ý

Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah mu'akkadah menurut Syafi'iyah dan
Malikiyah. ýSedangkan menurut Hanbali hukumnya Fardlu Kifayah dan
menurut
Hanafiyah ýhukumnya Wajib.ý

Waktu Sholat Ied adalah setelah matahari terbit setinggi tombak hingga
waktu tengah ýhari. Jadi waktu sholat Ied sama dengan wakatu sholat
Dhuha.ý

Tempat dilaksanakan sholat Ied menurut mayoritas ulama adalah di
lapangan
luar kota ýkecuali kota Makkah dimana sholat Ied lebih utama
dilaksanakan
di Masjidil Haram. ýMayoritas ulama juga berpendapat bahwa sholat Ied
di
masjid dengan tanpa sebab seperti ýhujan, hukumnya makruh. (Sesuai
hadist
Abu Dawud dll.). Hanya ulama Syafi'iyah yang ýmengatakan bahwa sholat
Ied
di masjid lebih utama dalam segala kondisi, dengan alasan ýdan dalil
bahwa
masjid merupakan tempat yang lebih mulya dari tempat apapun,
ýterkecuali
bila masjid sempit sehingga tidak menampung semua jamaah, maka
ýdisunnahkan di lapangan.ý
Slilaturrahmi dan saling meminta maaf

Kebersihan jiwa yang tercipta oleh ibadah puasa kita selama sebulan
penuh
akan lebih ýsempurna kalau dipoles dengan pembershihan diri dari
hak-hak
orang lain. Dosa kita ýkepada Allah telah kita tebus dengan ibadah dan
taubat selama sebulan penuh, kini ýsaatnya dosa-dosa kita kepada teman
dan
saudara kita juga kita hapuskan dengan saling ýmeminta maaf dan saling
mendoakan. Dalam sebuah hadist riwayat Salman al-Farisi ýRasulullah
menyatakan :"Seorang muslim ketika bertemu dengan saudaranya seiman,
lalu
ýdiambilnya tangan saudara bersalaman, maka dosa-dosa keduanya
berjatuhan
laksana ýjatuhnya daun-daun dari pepohonan kering di saat angin
berhembus,
dosa-dosa keduanya ýdiampuni meskipun sebanyak buih lautan" (H.R.
Thabrani).ý

Pada hari Idul Fitri ini juga saatnya mempererat tali silaturrahmi yang
sudah terjalin dan ýmenyambung tali silaturrahmi yang terputus. Saling
mengunjungi saudara dan sahabat ýmerupakan cara untuk meningkatkan tali
silaturrahmi tersebut. Mungkin di luar hari raya ýkita enggan untuk
berkunjung ke teman atau sahabat kita karena tidak ada alasan yang
ýtepat,
maka di hari Iedul Fitri ini kita manfaatkan untuk seling berkunjung. ý
Minal Aidin Wal Faizin
Semoga Amal Ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Yang
Maha ýAgung.ý

Disusun oleh ý
Muhammad Niam, LLM

No comments:

Post a Comment