'alaykumsalam Wr. Wb.,
Sebagai sharing untuk rekan-rekan lainnya ...
Sholawat adalah ungkapan rasa terimakasih seorang Muslim kepada Nabi karena berkat perjuangannya maka manusia (umat Islam) mampu mengenal Allah yang sebenarnya dan mengetahui mana yang batil dan mana yang haq.
Saya rasa ini wajar-wajar saja ...
Didalam Islam, Sholawat tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad saja ... setiap kali nama seorang Nabi disebut seyogyanya kita mengatakan alaihissalam sesudahnya, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
Setiap Nabi dan Rasul Allah memang memiliki kelebihannya tersendiri didalam menjalankan misi mereka kepada umatnya, tapi walau demikian, al-Qur'an justru melarang manusia untuk membeda-bedakan mereka, sebab kesemuanya adalah utusan Allah yang Maha Agung. Dan hanya Allah sajalah yang berhak untuk menilai derajat dari masing-masing Nabi-Nya itu, aturan tersebut berlaku kepada siapa saja tanpa terkecuali kepada Nabi Muhammad Saw selaku Nabi terakhir.
Masing-masing Nabi dan Rasul Allah itu memiliki misi yang sama, mengajarkan kepada umatnya mengenai Tauhid, bahwa Tidak ada sesuatu apapun yang wajib untuk disembah melainkan Allah yang Esa, berdiri dengan sendirinya, tanpa beranak dan tanpa diperanakkan alias Esa dengan pengertian yang sebenar-benarnya, bukan Esa yang Tiga alias Tritunggal.
Masing-masing utusan Allah itu diberi kelebihan tersendiri yang lebih dikenal dengan nama "Mukjizat", dimana tiap-tiap mukjizat ini diberikan sesuai dengan konteks jaman, kebudayaan dan cara berpikir manusia kala itu, meskipun ada juga beberapa mukjizat yang sama yang dimiliki antar Nabi dan Rasul Allah tersebut.
"Ucapkanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri". (Qs. Ali Imran 3:84)
"Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak membedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. An-Nisa' 4:152)
Disisi lainnya istilah Sholawat sebagaimana yang terdapat didalam surah al-Ahzab 56 bisa juga dimaknai sebagai sebuah cara atau metode dalam memegang ataupun mensugesti diri terhadap prinsip ajaran Allah melalui Nabi.
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. - Qs. al-Ahzab 33: 56
Kata "Yusolluna'alannabi" berasal dari kata "Wasala" yang nounnya berupa Wasl yang berarti menjaga frekwensi hubungan, membantu serta selalu bersama dengan Nabi. Artinya ini berupa sebuah perintah kepada umat Islam agar selalu menjaga komitmen syahadat ke-Islamannya dan membantu mensyiarkan apa yang sudah diajarkan oleh Nabi sebagaimana pesannya sendiri : sampaikan meski satu ayat.
Apakah semua Nabi didoakan oleh Islam padahal Kristen tidak pernah melakukannya ...
Jawaban atas pertanyaan anda ini sudah terjawabkan pada jawaban saya diatas.
Mengenai orang Kristen tidak pernah melakukannya itu kembali lagi dari bagaimana cara pemahaman mereka atas ayat-ayat alkitab itu sendiri ...
Saya kasih bukti :
Aku akan membuat engkau (Ibrahim) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." - Kitab Kejadian: 12 : 2-3
Jelas sekali, bahwa ayat-ayat alkitab di atas bercerita tentang "keharusan" melakukan Sholawat Nabi dalam hal ini Alkitab jelas menuliskan bahwa Ibrahim dan keturunannya (yaitu baik dari Ismail yang nantinya menurunkan Muhammad maupun Ishaq yang menurunkan Yesus (Isa) mendapatkan berkat dari Tuhan dan akan memasyurkan nama Ibrahim diantara manusia (ingat salah satu syahadat kita dalam Sholat ? Kama sholaita 'ala Ibrahim wa'ala ali Ibrahim ...), dan juga Allah akan memberkati siapa yang ikut memberkati mereka dalam artian selalu menghormatinya, sebaliknya Allah akan mengutuk siapapun yang mengutuk atau tidak menghormatinya.
Umat Islam konsisten menjalankan penghormatan sebagai bentuk rasa terimakasihnya kepada Nabi Ibrahim as dengan selalu menyandingkan nama beliau didalam sholat, meskipun rasa hormat dan syukur itu tidak selalu diwujudkan dalam bentuk ucapan akan tetapi paling tidak kita sudah ikut melaksanakan apa yang sudah diajarkan oleh Kitab Kejadian 12 ayat 2 dan 3 tadi, memberkati Ibrahim as.
Memang tidak mungkin kita menyebut satu persatu nama Nabi dan Rasul yang jumlahnya sangat banyak itu didalam ritual sholat kita, oleh sebab Ibrahim as merupakan bapak Iman atau bapak semua Nabi maka ya cukup kita sebutkan saja nama beliau dan dibarengi kata-kata : wa'ala ali Ibrohim ... (juga atas keluarga Ibrahim) ... keluarga Ibrahim ya semua Nabi-nabi itu, baik dari jalur Ishaq maupun Ismail.
Allahhumma Sholli'ala Muhammad
Wa'ala ali Muhammad
Kama Sholaita 'ala Ibrohim
Wa'ala ali Ibrohim ..
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian -Qs. 37 ash-Shafaat 108
Wassalam,
Armansyah
http://armansyah.swaramuslim.net
No comments:
Post a Comment